Perjalanan

Lokakarya Pembuatan Proposal PKM Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas 05 Juni 2014

Kuncinya Hanyalah Berlatih

Foto via pixabay.com

Kesimpulan:

Menulis = Kerangka – Deadline!

Kerja tulis-menulis bukanlah perkara mudah lho! Hal yang perlu kita lakukan pertama kali adalah terus menulis. Kemudian catatlah kembali yang telah ditulis tersebut.


Mengapa harus serepot itu? Yap jawabannya adalah “Gagasan itu Mahal”

Seorang Penulis = Seorang Mabuk Buku 

Jangan pernah “Berhenti Berpikir.” Sebab dengan membaca dan menulis kita tidak akan mempunyai ruang untuk berhenti berpikir. Jangan lupa untuk terus menggali topik dengan membaca dan diskusi. 
Oiya, jika kamu mengalami stuck yang menyebabkan kamu berhenti, jangan menyerah ya! Istirahatlah lalu jalan-jalan untuk menyegarkan pikiranmu.

Kembali lagi, membaca adalah kekuatan imajinasimu. 

Bagaimana menulis berdasarkan jenis-jenis tulisan?

Karya Sastra: 

Realitas : Apa yang terjadi di sekitar kita sesuai pandangan penulis. 
Gunakanlah kekuatan imajinasi 

Catatan terpenting adalah: 

Penulis harus membunuh diri sendiri untuk menjadi penulis yang lebih baik lagi, karena lawan terberat adalah diri sendiri. Menulis adalah proses menulis dan melupakan tulisan itu sendiri. Menulis, meleburkan diri dengan lingkungan, dan menjarakkan diri dengan lingkungan. Menulis adalah hal bolak-balik dengan emosi dan menjauhinya. Modal menulis adalah imaji atau daya khayal, intuisi atau perasaan, inspirasi atau ide/ilham, dan daya kritisi atau kejelian/ kepedulian. Bagi orang lain tidak masalah, tapi bagi kita masalah, lalu itulah yang kita tulis. Masalah ibarat berlian dalam menulis.

“ … orang yang berani menulis adalah mereka yang berani bermimpi, dan bersedia membagi mimpinya kepada orang lain, adalah mereka yang siap mewujudkan mimpinya tersebut …” (Anonim)

“Saya sangat berharap ini akan menjadikan orang-orang melihat cerita pendek sebagai seni yang penting, bukan sekadar sesuatu yang kau main-mainkan sampai bisa menulis sebuah novel.” ( Alice Munro, Cerpenis dan Peraih Nobel Sastra Tahun 2013)

Salam,
Beooni
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close