Sastra

Karet Gelang Raksaksa Putih

Jika pagi hari datang. Tentu keributan-keributan akan muncul di rumah ini. Dimulai dari teriakan-teriakan “Cepat… cepat…”
“Nanti terlambat… ayo cepat”. Begitu teriakan-teriakan dari mamaku. Rumah seakan menjadi kapal pecah karena sehabis perang.

Mama sibuk menyiapkan sarapan sambil menyiapkan baju seragam sekolah untuk si bontot. Sementara aku sibuk menahan kantuk. Kebiasaanku yang tidur sangat larut malam, menyebabkan aku sulit bangun pagi-pagi.

Si bontot yang sungguh manja. Walaupun umurnya sudah menginjak 13 tahun desember ini, tetapi tingkahnya tetap seperti anak balita yang ingin diperhatikan lebih, dimanja dan semua keinginannya harus tercapai.

Aku kadang lelah menguruisi si bontot. Aku merawatnya dari cara yang lemah lembut hingga dengan membentak-membatknya. Dari pertama masuk sokolah yaitu di taman kanak-kanak, hingga sekarang menginjak kelas enam SD, si bontot tidak pernah membuat PR sendiri. Aku yang selalu membuat PRnya. Jika ingin belajar dipaksa pun sangat sulit.

Suatu hari di rumahku, aku ingin mengajak si bontot bermain bola diluar rumah. Tetapi, dia tak menghiraukan ajakanku sedikitpun.  Dia hanya sibuk bermain karet gelang. Setiap hari tanpa henti dia selalu ditemani karet gelang. Karet yang digulung-gulungnya. Lalu ketika dia berbicara karet itu ikut juga berbicara. Aku pun heran, sering kali aku memarahinya karena bermain sesuatu yang tak jelas itu.

Aku menjadi sedikit khawatir dengan perkembangan si bontot. Dia kurang bisa berbicara dengan jelas. Lidahnya terbata. Padahal dia memiliki tubuh yang besar dan tinggi. Dia tumbuh seperti anak normal biasanya. Tingginya mencapai 155 cm, berat badannya mencapai 60 kg, dan kulitnya putih. Si bontot adalah anak yang paling besar di seputar RT 28  tempat tinggalku sekarang. Dia tumbuh berlebihan. Sehingga seluruh temannya tampak kecil jika bersama si bontot. Postur tubuhnya lebih besar dari anak-anak seusianya. Dia bagaikan raksasa di antara teman-temannya. Dia juga memiliki bidang badan yang besar yang jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya tidak sebanding.
Selain memiliki tubuh yang besar tinggi, si bontot memiliki mata yang sangat sipit, berkulit putih, dan rambut yang berwarna coklat terang. Orang-orang mengira bahwa kami keturunan China.
Begitupun dengan aku. Aku memiliki kulit yang  putih dan mata yang sipit.

Sebenarnya si bontot tidak memiliki keanehan apapun selain karet gelang permainannya itu. Mama telah melakukan banyak hal dan banyak cara untuk membuat si bontot lupa akan karet gelangnya. Dimulai dari membawa si bontot ke tempat orang ahli ilmu gaib atau supranatural. Si bontot di mandikan kembang tujuh rupa plus jeruk purut. Tidak ada efek apapun. Kemudian si bontot justru tidak malu-malu lagi mengungkapkan cara bermainnya di depan kami: aku dan mama. Sebelumnya jika ingin berbicara sendiri dan bermain karet gelang, si bontot sembunyi-sembunyi. Tetapi kini, dia makin sering menampakan dirinya bermain karet gelang di depan kami.

Si bontot sekolah didekat rumah. Sebelumnya sekolahnya jauh dari rumah. Dikarenakan kesibukan sekolahku dan pekerjaan mama, kami tidak bisa tepat waktu menjemput si bontot. Sehingga, si bontot di pindahkan ke sekolah terdekat dari rumah.

Dia memilikii dunianya sendiri bermain karet dan terus bermain karet. Dia seperti  mempunyai teman bicara. Setiap bagun tidur hal pertama yang dikerjakannya adalah mencari karetnya. Aku sering kali iseng kepada si bontot. Aku menghilangkan karetnya atau aku sembunyikan  lalu aku buang karetnya itu. Dia tak pernah lupa akan karetnya itu.

Sesekali si bontot mau di ajak bermain. Bermain bola kaki, layang-layang, mobil-mobilan dan permainan lainnya. Tetapi dia mudah sekali bosan. Dia sulit bermain dan bertahan dalam waktu yang lama. Dia hanya mampu bermain dalam waktu yang lama jika bermain karet gelang itu.
Aku tidak tahu kapan adikku, si raksaksa putih berhenti bermain karet gelang dan main permainan lain seperti anak-anak yang lain.

Kuala Tungkal, 21 Januari 2014

Salam,
Beeoni

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close