featuredWhats Up

Lalu Muhammad Zohri & Indonesia, sebagai Indonesia

Lalu Muhammad Zohri, pemuda berusia 18 tahun ini menorehkan gelar juara pada IAAF World U20 di Finlandia beberpa waktu yang lalu. Tepatnya pada tanggal 12/07/2018. Sesaat setelah foto dan beberapa video beredar Lalu, begitu kerap ia disapa melejit viral di sosial media. Orang-orang teralihkan fokus oleh kemenangan Lalu ini, bukan soal juara, bukan soal membanggakan Indonesia, justru soal seremonialnya.

Ya, mungkin agak terlambat aku menuliskan opiniku kali ini, entah boleh dibilang tidak update. Ups, tapi kalian teman pembaca jangan salah. Aku bukannya tidak update dan baru mencari tahu soal sang juara Indonesia ini, melainkan tengah memantau beberapa hari belakang. Aku melihat hujatan kepada tim Indonesia serta pemerintah yang gencar di beritakan dan di share oleh netizen Indonesia. Soal bendera Polandia yang dipakai, hingga soal video trending topik youtube Dedy Coburzier yang bahkan menembus tingkat pertama video paling banyak ditonton di youtube. Lupakan soal judul yang mengundang orang untuk menonton video om Deddy tersebut. Aku bahkan heran dengan komentar-komentar pedas yang membakar emosi yang menyebutkan hal-hal kasar bahkan mengutuk. 
Duh Indonesia. Bukan soal pemerintah saja, bukan soal rakyat yang tak membaca maksud tersirat dari video om Deddy saja. Melainkan dari sifat kemanusiaan kita sendiri sebagai manusia!
Kenapa aku mengatakan demikian? Ramai diberitakan bahwa tim Indonesia menyebutkan telah menyiapkan bendera Indonesia untuk menyambut kemenangan Lalu, mengaku memberikan bendera tersebut ketika Lalu sah dinyatakan sebagai juara. Sementara di lain sisi menteri kita mengatakan bahwa bendera bukanlah sebuah barang yang paten untuk menyambut kemenangan bagi seorang pelari.

Faktanya adalah dari kedua garis besar yang disampaikan ini ada hal yang bertolak belakang bukan? Pesimisme! Nah, satu hal lagi yang mesti diklarifikasi adalah bendera yang dipakai oleh sang juara kita memang bendera Polandia. Klik link nya dan bisa kalian cari di tweet officialnya pada tanggal 12. Jadi memang, pernyataan tim Indonesia tersebut adalah dusta. Oh oke, mungkin saja hal ini bertujuan agar komentar pedas netizen Indonesia yang katanya mampu membunuh karakter seseorang ini dihindari oleh pemerintah kita. 

Jika kalian ingin membaca artikel lengkap yang memang menulis fakta, kalian bisa membaca sendiri pada artikel ini. Klik linknya dan baca hingga selesai. 
Soal wartawan Indonesia yang tidak ditugaskan di sana, soal optimisme negara Amerika, soal pesimisme negara Indonesia, hey stop it guys! 

Asian Games 2018 Menanti Lalu Muhammad Zohri 

Foto via indosport.com
Soal penghargaan, soal imbalan, bahkan soal masa lalu Lalu yang ia ceritakan dengan lengkap di wawancara ekslusifnya beberapa hari yang lalu di Metro TV (sumber Youtube), tak lepas dari rasa hanya ingin memberikan yang terbaik. Ia tak pernah berharap atau memiliki target emas, ia hanya memiliki target memberikan yang terbaik. Begitu ujarnya dengan lugu di wawancara eksklusif tersebut. Pihak metro TV pun di akhir acara memberikan penghargaan dana sebesar 100 juta untuknya.

“Targetnya setelah ini adalah memberikan yang terbaik pada ajang Asian Games 2018, optimis!”

Aku selalu kagum pada kaula muda yang terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya. Termasuk Lalu, serta atlet lainnya yang belum begitu tersorot kemanangannya, belum tersorot kejuaraannya. Mudah-mudahan saja, setelah ini, bukan hanya atlet, bukan hanya pemerintah, bukan hanya kaula muda, tapi kita semua menanamkan empati, simpati, serta rasa tulus dalam bekerja, apapun jenis tujuannya. Jangan saling membuly di sosial media. Jangan menebar berita palsu. Jangan mudah terbakar kata netizen. Zaman kian edan, akan lebih edan jika kita membaca dari sudut pandang yang salah.

Sebagai kaum jurnalis, penulis, maupun blogger ini aku merasa turut prihatin soal rasa kritis kebanyakan kita. Mari diskusi, bukan emosi!

Salam, 
Beeoni. 

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close